Malam ini insomnia kembali menemani malamku setelah kecemasan menghampiriku beberapa saat yang lalu. Seperti biasa, Aku mencari sesuatu untuk mengalihkan pikiranku. Dan ternyata larutnya dini hari tak menghentikan imajinasiku untuk terus berkelana.
Tiba-tiba, Aku ingin bercerita tentang Venus. Setitik pemikiran dan perasaan yang sudah lama Ada, namun belum sempat tertuliskan. Jadi, Aku gunakan kesempatan ini untuk merangkai kata demi kata.
Kamu boleh melanjutkan jika penasaran dengan isi pikiranku, kamu juga tidak dilarang untuk berhenti di sini dan melanjutkan aktivitas apapun yang sedang kamu kerjakan. Atau kamu bisa simpan ini untuk nanti saat kamu memiliki waktu luang lebih banyak.
Apa kamu tahu lagu anak yang judulnya "Bintang Kejora"? Begini liriknya...
(Kupandang langit
Penuh bintang bertaburan
Berkelap-kelip seumpama intan berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku, bintang kejora yang indah selalu)
Venus, Si Bintang Kejora, planet nomor dua di galaksi Milky Way, planet yang selalu ada di sisi matahari baik terbit maupun terbenam. Aku selalu suka Venus, sejak pertama kali aku menghafal nama-nama planet di TK.
Venus, planet kembaran Bumi yang sebenarnya tidak kembar karena arah rotasi Venus berkebalikan arah rotasi Bumi. Apakah kamu termasuk orang yang suka membaca kisah mitologi Yunani? Kalau iya, kamu pasti kenal "Aphrodite". Ya! Aphrodite si Dewa Cinta dan Kecantikan. Aphrodite adalah nama lain dari Venus di mitologi Yunani.
Aku tahu satu lagu yang mendeskripsikan Venus sebagai simbol Cinta dengan sangat indah. Kalau kamu viewer setia status-statusku dan jeli👀 (bukan jeli🍮), kmu pasti "ngeh" sama lagu ini, Venus by Sleeping At Last.
Sebelum lanjut, boleh dengerin dulu lagunya.
Udah? Okay, kita intip lirik dan terjemahnya, ya:
The night sky once ruled my imagination
(Saat itu, langit malam menguasai imajinasiku)
Now I turn the dials with careful calculation
(Ku buat panggilan dan ku hitung dengan cermat)
After a while, I thought I'd never find you
(setelah beberapa saat, Aku pikir aku tak akan pernah menemukanmu)
I convinced myself that I would never find you
(Aku meyakinkan diri bahwa aku tak akan pernah menemukanmu)
When suddenly, I saw you
(Saat tiba-tiba, Aku melihatmu)
At first, I thought you were a constellation
(Awalnya, Aku pikir kau sebuah konstelasi)
I made a map of your stars, then I had a revelation
(Ku buka peta bintangku, dan aku mengerti)
You're as beautiful as endless
(Kau begitu indah tak terbatas)
You're the universe I'm helpless in
(Kau adalah semesta tempat aku tak berdaya)
An astronomer at my best
(Layaknya seorang astronom terbaik)
When I throw away the measurements
(Yang kehilangan seluruh perhitungannya)
Like a telescope
(Seperti teleskop)
I will pull you so close
(Akan ku rengkuh dirimu begitu dekat)
'Til no space lies in between
(Sampai tak ada jarak Di antara Kita)
Suddenly, I see you
(Saat tiba-tiba, Aku melihatmu)
I was a billion little pieces
(Aku adalah miliaran keping kecil di angkasa)
'Til you pulled me into focus
(Sampai kau menarikku dalam satu titik fokus)
Astronomy in reverse
(Astronomi berkebalikan)
It was me who was discovered
(Akulah yang ditemukan)
When, Suddenly I see you
(Saat tiba-tiba, Aku melihatmu)
Venus adalah salah satu lagu dalam album Atlas II: Astronomy karya Sleeping At Last. Ryan, penulis sekaligus penyayi lagu Venus menuliskan dalam blognya:
"Venus terinspirasi dari nama dewa cinta, karena itu aku menulis lagu cinta. Lagu ini dinyanyikan dalam perspektif diriku sebagai seorang astronom. Aku menulis lagu ini untuk istriku."
Indah sekali maknanya, itulah kesan pertamaku saat mendengar lagu ini pertama kali.
Pertama aku dengar lagu ini waktu aku SMP, dan sejak saat itu aku jatuh cinta (sama lagu ini maksudnya). Saat itu aku di kamar, earphone di telinga tersambung ke smartphone, tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar. Seketika imajinasi berputar layaknya sebuah film.
Aku membayangkan diriku bagai serpihan debu kosmik yang pada saat itu belum diketahui apa julukannya. Melayang-layang di angkasa luas tak tentu arah, hingga sebuah kekuatan besar ajaib menarikku pada satu titik, mengajakku untuk mengorbit bersama matahari. Untuk beberapa waktu keberadaanku masih tanpa nama, sampai akhirnya makhluk bumi menamaiku Venus. Akhirnya, Aku pun ditemukan...
Sebagai seorang hopeless romantic, aku selalu bertanya-tanya saat mendengar curhatan temanku, atau married couple yang dengan senang hati menceritakan perjalanannya.
Gimana sih caranya buat yakin kalo dia itu "the one"?
Gimana sih rasanya akhirnya menemukan or ketemu sama "the one person" yg bakal hidup bareng sama kamu?
Saat garis hidup kamu ketemu di satu titik yang sama dengan garis hidupnya, kamu lebih merasa "Akhirnya aku menemukan dia" atau "Akhirnya aku ditemukan oleh dia"?
Aku tahu dan sadar, bahwa ketika membahas real love story kadang tidak seindah kisah Habibie-Ainun, Webtoon, atau AU di Twitter. It's all about fact and reality...
Tapi tetap saja, membayangkan perasaan "finally, I found the one" itu tetap wah rasanya. Well, suatu saat aku juga pasti akan paham jawaban dari pertanyaanku sendiri.
So, dari lagu ini Aku belajar bahwa "Love" memiliki banyak bentuk dan definisi tergantung dari siapa, serta dari perspektif mana dia mendefinisikanya. Contohnya di lagu ini seorang astronom, kecintaanya terhadap luar angkasa membuat Ia mendefinisikannya sebagai perihal menemukan dan ditemukan, dan Venus. Jika Ia seorang pecinta kucing, bisa jadi bentuk cinta itu ketika Ia bisa memberi makan Royal Canin atau minimal Whiskas setiap hari untuk anabulnya.
Kalau Aku... Aku mendefinisikannya sebagai sesuatu yang tak terbatas mendekati cannot be defined (tidak dapat didefinisikan), karena aku selalu kekurangan kata-kata untuk mendefinisikannya. Tak terbatas sebagaimana Aku mencintai Sang Pencipta, mencintai orangtuaku, mencintai kawan-kawanku, mencintai imajinasiku, mencintai ice cream, hujan, astronomi, musik, dan masih banyak lagi... And, I love myself too (still trying tho) hehe..
Kalau kamu, bagaimana kamu mendefinisikan "Love"?
Side Story:
"Beautiful In White by Westlife", "Fix You by Coldplay", atau "Love Story by Taylor Swift" mungkin masih jadi peringkat teratas untuk kategori wedding song, tapi buatku "Venus by Sleeping At Last" ter-the best.
Potongan lirik yang Aku suka dari lagu ini, yaitu:
"You're beautiful as endless, You are the universe I'm helpless in"
(Kau indah tak terbatas, Kau adalah semesta tempat aku tak berdaya)
Kalimat itu bikin Aku ingat sama quotes:
"You hold the whole universe within your eyes"
(Kau menggenggam seluruh alam semesta di dalam matamu)
Btw, Aku masih punya wishlist untuk stargazing, dan pada saat itu aku ngga akan sendirian. Akan ada yang nemenin. Aku ngga tau siapa yang bakal nemenin wkwk dan Aku akan putar lagu ini buat dia dengerin juga. I just want him to know that "I am glad that finally I found you, and I feel relieved that you found me in this universe."
Hahahaha gilaaaaaa, apaan deh wkwkw, liat aja ujung-ujungnya juga pasti ngehaluin idol koreah, kalo ngga Mark, ya Seungmin, atau Lino, atau Bangchan juga boleh 🤣
Selamat hari kamis manis everyone~
Reference:



No comments:
Post a Comment